Neuron Network
Menjawab beberapa pertanyaan rekan2 lain di thread terpisah, sebaiknya saya jadikan satu topik supaya lebih gampang. Saya juga masih belajar mengenai neural network (NN) jadi kalau ada yg kurang atau salah kata harap dimaklumi
Aplikasi NN ini sebenarnya sangat luas tapi saya coba batasi pembahasannya lebih fokus ke arah financial time series forecasting.
Apa itu neural network?
Silakan baca di sini dulu http://en.wikipedia.org/wiki/Neural_network
Pada mulanya istilah neural network mengacu pada sistem syaraf biologis (biological neuron system) seperti jaringan otak manusia. Tapi sekarang ini neural network sering diartikan sebagai jaringan syaraf buatan (artificial neural network) yang dipakai sebagai dasar pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Neural network biologis yang kita punya (otak) setiap hari menyelesaikan berbagai masalah dari yang sederhana sampai yang rumit. Contohnya kita mampu membedakan jenis makanan berdasarkan warna, bentuk, bau dan tekstur permukaan. Bagaimana cara kerja otak sehingga mampu membedakan jenis makanan?
Ilustrasi:
Cari anak balita yang belum pernah liat spaghetti. Kita sodorkan sepiring spaghetti trus tanya ke si kecil “Ini makanan apa?” Jawabnya “Nggak tau”. OK sekarang kakak ajarin ya…. coba pegang makanan ini. Lalu coba cium baunya. Lalu coba lihat warnanya. Terakhir coba makan & rasanya bagaimana? Jawab si kecil “ooo… ini namanya spaghetti, makasih ya kk”
Boleh dibilang kita sedang mengajari (training) si kecil untuk mengenali spaghetti.
Besoknya kita bawa sepiring mie goreng kecap lalu tanya ke si kecil “Ini makanan apa?”. Si kecil pasti masih inget spaghetti yang kemarin, tapi koq yang ini sedikit beda ya? Dipegang bentuknya mirip, tapi baunya beda, lalu warnanya beda. Terakhir dikunyah… oh rasanya juga beda. “Ini namanya mie goreng”. Si kecil mengangguk tanda mengerti.
Besoknya kita bawa mie bakso pangsit. Prosesnya sama seperti sebelumnya. Si kecil mulai belajar membedakan jenis makanan yang mirip tapi tak sama. Proses kerja otak si kecil kurang lebih seperti ini:
Pertama kita memberi “input” kepada si kecil berupa:
- tekstur makanan
- bau makanan
- warna makanan
- rasa makanan
Lalu kita memberikan output ke si kecil berupa nama makanan “spaghetti, mie goreng, mie bakso” dan kita ajari beberapa kali dengan menyodorkan berbagai jenis makanan mie.
Setelah tiga kali diajarin, kita sodorkan mie pangsit. Otak si kecil langsung bekerja:
Input –> proses –> output
Lalu si kecil ngomong “KK ini mirip mie bakso seperti kemarin tapi ada pangsitnya. Saya kasih nama mie pangsit ya” Horee si kecil udah mulai pinter. Besoknya dia sudah bisa membedakan i fu mie, kwetiaw goreng, kwetiaw rebus dll.
